BUDIDAYA LEBAH MADU PADA EKOSISTEM MANGROVE

A. Pendahuluan

Hutan mangrove di Indonesia dengan luas ± 4,5 juta ha (Stranas Pengelolaan Mangrove, 1999.) merupakan hutan mangrove terluas di dunia. Sumberdaya yang sedemikian luas hendaknya mampu kita manfaatkan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat. Namun laju degradasi hutan mangrove saat ini terus terjadi, penyebabnya antara lain : over cutting, alih fungsi lahan menjadi tambak, perumahan, pertokoan, pelabuhan, bandara, jalan, dan lain-lain. Selengkapnya.....

 

WHIMBREL (Numenius phaeopus)

Ekosistem hutan mangrove memiliki keunikan tersendiri, mulai dari kemampuan adaptasinya dan keunikan flora dan fauna penghuninya. Disadari atau tidak hutan mangrove yang lestari akan menjadi tempat nyaman bagi para fauna untuk berlindung. Berkembangbiak dan mencari makan. Keberadaan mangrove terlepas dari keberadaan burung-burung pantai. Burung Whimbrel (Numenius phaeopus), atau dikenal dengan Gajahan pengala menjadi salah satu penghuni setia hutan mangrove. Seakan menjadi satu kesatuan yang saling membutuhkan, mangrove sebagai tempat tinggal yang ideal sedangkan Gajahan sebagai penyebarak hamparan Lumpur mangrove. Selengkapnya.....

 

NIPAH (Nipah fruticans)

Tumbuhan Nipah merupakan salah satu kekayaan Flora, yang tumbuh pada lingkungan mangrove terutama pada tepi sungai atau muara. Nipah diketahui sebagai satu-satunya anggota dari keluarga Palmae yang tumbuh pada ekosistem mangrove. Keberadaan tumbuhan seringkali dianggap sebagai tumbuhan liar dan tidak bermanfaat dan cenderung diabaikan. Sejatinya hutan Nipah merupakan kawasan subur, sebagai penyangga ekosistem daerah sekitarnya. Kawasan yang berhutan Nipah juga sangat menentukan populasi biota laut (nursery ground dan feeding ground). Selengkapnya.....

 

 

Copyright © 2009
Mangrove Information Centre
Jl. By Pass Ngurah Rai Km. 21, Suwung Kauh, Denpasar, Bali
Telp. 0361-726969, Fax. 0361-710473
e-mail micjica@indosat.net.id